Rabu, 09 Januari 2019

INPIRASI DESA- KAMPUNG SAYUR HINGGA ALOE VERA,UNIKNYA CARA WARGA DESA DOUDO MEMANFAATKAN PEKARANGAN RUMAH

INPIRASI DESA- KAMPUNG SAYUR HINGGA ALOE VERA,UNIKNYA CARA WARGA DESA DOUDO MEMANFAATKAN PEKARANGAN RUMAH


A da yang unik dari desa Doudo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Setiap RT yang terdapat di desa tersebut memiliki tema dan konsepnya sendiri. Tidak tanggung-tanggung, konsep yang mereka usung berupaya untuk memajukan lingkungan dan membuat desa Doudo semakin asri.

Setelah memasuki gapura bertuliskan “Desa  Doudo”, Anda akan melihat pekarangan rumah yang dipenuhi oleh tanaman. Tidak ada satu pun rumah yang gersang. Meski begitu, tidak semua tanaman di setiap rumah sama, karena mereka memiliki ‘identitas’ sendiri. Untuk RT 1 misalnya, setiap warganya harus menanam tanaman lavender, sementara RT 5 dipenuhi dengan tumbuhan lidah buaya.

Asti Sufana, Kepala Desa Doudo mengatakan, keinginan untuk membuat kampung tematik berbasis lingkungan tersebut, datang dari warga sendiri.
Awalnya, mereka ditantang untuk menciptakan lingkungan asri di desa Doudo. Mereka memikirkan sendiri konsepnya sampai akhirnya mengikuti lomba dari tingkat RT hingga Nasional. Sejak saat itu, para warga semakin semangat untuk mempercantik rumahnya

Lalu, konsep apa saja yang diusung di desa Doudo?


Kampung Si Cantik Cerdas (Siap Cari Jentik Cegah Demam Berdarah Sekarang)

Sesuai dengan namanya, konsep kampung ini adalah bebas dari jentik nyamuk. Konsep ini dipilih karena lokasi RT 1 berdekatan dengan kebun yang banyak nyamuk. Agar terhindar dari Demam Berdarah Dengue (DBD), maka warga di kampung ini harus menanam jahe, serai, dan lavender yang identik sebagai tumbuhan penghalau nyamuk.



Salah satu kader di Kampung Si Cantik Cerdas, mengatakan, setelah menerapkan konsep antijentik ini, nyamuk di rumahnya pun tidak sebanyak dulu. “Kalau hujan, biasanya banyak sekali nyamuk di rumah, tapi setelah menanam ini, ya berkurang,” katanya. Ia menambahkan, jumlah anak-anak yang mengidap DBD di RT-nya pun menurun.

Selain itu, tanaman yang tadinya berfungsi sebagai pencegah nyamuk, kini bisa menjadi sumber penghasilan warga RT 1A. Mengusung nama Dangrehe, mereka memasarkan minuman dari jahe dan serai yang diambil dari pekarangan rumah masing-masing.


Kampung Sayur


Di kampung ini, warga RT 1B harus menanam berbagai jenis sayuran. Mulai dari sawi, bayam, kangkung, terong, dan lainnya.

Sama-sama memetik rupiah dari pekarangan rumah, warga Kampung Sayur pun mendapatkan penghasilan dari tanaman-tanaman di rumah mereka. Anggota Mbok Doudo yang memproduksi stik dan es krim sayur, biasanya akan membeli bahan baku dari warga RT 1B.

Namun, tantangan besar juga menghantui Kampung Sayur setiap musim kemarau. Dengan cuaca yang terik, sayur-sayur di pekarangan mereka pun sering layu dan kering. Oleh sebab itu, perlu perawatan yang lebih ketika musim kemarau datang.

Kampung Toga (Tanaman Obat Keluarga)

Lanjut menelusuri kampung selanjutnya, Anda akan menemukan tanaman obat keluarga di RT 2. Biasanya yang ditanam di Kampung Toga adalah olahan jamu seperti secang, kunyit, dan asam. Atas inovasinya ini, Kampung Toga sempat mendapat penghargaan Partisipasi Masyarakat Terbaik dalam Gresik Berhias Tahun 2016.

Kampung 3R (Reuse, Reduce, Recycle)

Kampung ini memiliki tema 3R karena barang-barang yang digunakan untuk menanam tumbuhan, menggunakan barang bekas. Sebagai contoh, pot mereka berasal dari botol plastik atau kaleng. Begitu pun dengan asbak.

Fathiyatul Masturoh, warga kampung 3R yang juga menjadi pengurus Bank Sampah, kerap memberikan edukasi kepada tetangganya untuk melakukan daur ulang. “Pokoknya sebisa mungkin memanfaatkan barang-barang bekas di kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Usaha mereka tidak sia-sia, Kampung 3R ini berhasil meraih juara 3 dalam Lomba Gresik Berhias Tahun 2017, dalam kategori Pengelolaan Kawasan Lingkungn Berbasis Hijau.

Kampung E-Link (Edukasi Lingkungan Inovatif dan Kreatif)

Kampung yang berada di RT 4, desa Doudo, ini mengedepankan inovasi dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Di Kampung E-Link, terdapat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal. Warga di sini sudah bisa memanfaatkan air limbah untuk beberapa kebutuhan, seperti menyiram tanaman, dan budidaya lele.

“Kalau selama ini untuk menyiram tanaman kita menggunakan air bersih, sekarang bisa pakai air limbah. Jadi, nggak buang-buang air bersih,” kata Asti.

Selain IPAL Komunal, Kampung E-Link juga menjadi pelopor Biopori Plus. Setiap rumah di desa Doudo memang wajib memiliki lubang biopori, namun di RT inilah awalnya bermula. Penduduk di RT lain yang ingin membuat lubang biopori pun bisa meminta bantuan warga Kampung E-Link dengan gratis.

Setiap rumah di kampung E-Link wajib memiliki tiga lubang biopori, masing-masing dengan kedalaman satu meter. Setiap lubang berfungsi sebagai ‘dekomposer’. Di sanalah, sampah-sampah dapur selama tiga bulan dikumpukan sebelum akhirnya terurai dan menjadi pupuk kompos yang nantinya akan digunakan untuk tanaman mereka sendiri.

Kampung E-Link pun berhasil meraih Best of The Best Pengelolaan Kawasan Lingkungan Berbasis Hijau pada ajang Gresik Berhias Tahun 2017.

Kampung Aloe Vera

Di RT terakhir, yaitu RT 5, setiap rumah wajib memiliki tanaman lidah buaya, minimal dua. Alasan memilih konsep ini adalah karena lidah buaya  termasuk tanaman yang memiliki banyak manfaat. Perawatannya pun tidak sulit dilakukan.

“Waktu itu, kami yang paling ketinggalan. RT lain sudah memiliki tema, tapi kami belum. Sepintas dapat ide untuk membuat Kampung Aloe Vera karena tanaman ini mudah dirawat dan perkembang biakkannya cepat,” cerita Abdul Rozak, Ketua RT di kampung ini.


Sama seperti Kampung Si Cantik Cerdas dan Kampung Sayur, warga di Kampung Aloe Vera pun memanfaatkan tanaman lidah buayanya untuk menambah penghasilan. Mereka mengolah tanaman tersebut menjadi kerupuk, peyek, es dawet, dan permen, yang dipasarkan di toko oleh-oleh sekitar Gresik dan Mbok Doudo.
Pada April 2018 lalu, Kampung Aloe Vera berhasil masuk dalam kategori Pengelolaan Kawasan Lingkungan Terbaik ajang Gresik 2018.



Menuju desa wisata

PT Pertamina EP Asset 4 Field Poleng yang selama ini membina dan mendampingi Doudo, mengatakan akan terus mendukung inovasi desa ini.

Dalam upayanya memanfaatkan pekarangan rumah misalnya, PT Pertamina EP Asset 4 Field Poleng memberikan bantuan berupa pot dan rak tanaman untuk setiap RT. Juga mengadakan pelatihan pembuatan biopori kepada penduduk desa.

“Semua sebenarnya adalah milik desa. Kami pasti akan mendukung jika itu baik. Ikut senang karena Doudo sudah bagus sekali prestasinya. Desa ini juga sudah mendapat pengakuan di tingkat nasional sebagai desa yang asri,” papar Arina Hidayatul Chasanah, Relation and Formalities Staff PT Pertamina EP Asset 4 Field Poleng.

Meski begitu, ke depannya, Doudo masih bisa berkembang lagi. Arina mengatakan, PT Pertamina EP Asset 4 Field Poleng ingin memberikan kebermanfaatan lebih pada warga desa, terutama di bidang ekonomi.

“Desa Doudo yang hijau dan sudah dikenal banyak orang ini, menyimpan potensi wisata. Mengawali 2019, kami akan mengarahkan Doudo menjadi desa wisata dengan edukasi lingkungan,” katanya.

Arina menjelaskan, nantinya, orang-orang bisa mengunjungi keenam kampung tematik di Doudo sambil belajar tentang lingkungan. Mulai dari pengelolaan air, merawat tanaman di rumah, mengolah sampah menjadi sesuatu yang bernilai, hingga belajar membuat lubang biopori.

“Ini bisa membuka lapangan pekerjaan bagi generasi muda Doudo yang selama ini menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri,” pungkasnya.

Kamis, 03 Januari 2019

TAMAN POSYANDU ANGGREK DESA BRUMBUN. SEBAGAI INOVASI PENINGKATAN ESDM

TAMAN POSYANDU ANGGREK DESA BRUMBUN. SEBAGAI INOVASI PENINGKATAN ESDM

DOKUMEN PEMBELAJARAN TIM INOVASI DESA KECAMATAN MADURAN 2018

PROFIL KEGIATAN INOVATIF :Peningkatan ESDM Melalui Program Taman Posyandu

"TAMAN POSYANDU ANGGREK DESA BRUMBUN"
Ringkasan Umum
D esa Brumbun merupakan salah satu Desa di Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan dengan jumlah penduduk  2167 orang. Di Desa Brumbun sebagian warganya berprofesi sebagai petani. Disamping pertaniannya yang maju Desa brumbun juga merupakan Desa dimana berdirinya kampung KB di wilayah Kecamatan Maduran.


         Di samping bidang pertanian dan pemberdayaan perempuan terselip sekelompok ibu-ibu yang mempunyai ide kreatif  dan inovatif.
Kelompok ini berdiri padaTahun 1975, yang diprakasai oleh Bapak Kepala desa yang Bernama Bapak Wiji H.S . Yang peduli dengan kesehatan warganya khusunya pada balita usia ( 0 – 5 Tahun ) Hal ini dilakukan karena pada usia balita sangat rentan terhadap penyakit 

Di Desa Brumbun terdapat 3 Posyandu yakni di :
  • Dusun Brumbun, Yang diberi nama Anggrek 1,
  • Dusun Banturejo diberi nama Anggrek 2,
  • Dan yang ketiga berada di dusun Brumbun yang bernama Anggrek 3,dengan jumlah balita 96 Anak dan 15 Orang Kader Posyandu.
        Kegiatan yang ada didalam Taman Posyandu meliputi: 
  • KIA ( Kesehatan ibu dan anak ) 
  • BKB ( Bina Keluarga Balita ) 
  • KB ( Keluarga Berencana )
  • UPPKS ( Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtra ) 
  • Dan PAUD HI ( Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif ) 
Tantangan dan latar belakang masalah 

Munculnya ide kreatif nan inovatif ini bertujuan mencerdaskan generasi penerus Bangsa Yang Bertaqwa, cerdas, Kreatif, inovatif dan berkarakter.
Program ini bertujuan peningkatan kesehatan masyarakat khususnya untuk anak usia dini.

Inovasi yang dijalankan


Adapun beberapa inovasi pada usaha kreatif pembuatan tas rajut desa Brumbun adalah :
  • Pelayanan kesehatan ibu dan Anak 
  • Melaksanakan program parenting yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan serta Pola asuh anak.
  • Melaksanakan program UPPKS
  • Pemberian makanan tambahan ( PMT )
  • Senam Ibu Hami
  • Penyuluhan Pola asuh pertumbuhan ,perkembangan, kesehatan dan perilaku keamanan.

Proses/ langkah demi langkah penyelesaian masalah/tantangan

A. Langkah-langkah penyelesaian masalah :

  • Pembentukan tim PID (Program Inovasi Desa).
  • Kajian objek penelitian oleh tim PID.
  • Pengumpulan data primer terhadap objek penelitian (wawancara dan survey objek penelitian).
  • Inventarisasi masalah pada objek penelitian,
  • Penyampaian masalah pada objek penelitian kepada instansi pemerintahan.
  • Penerapan inovasi.

B. Tokoh-tokoh yang berperan dalam memberikan solusi :

1.     Bapak Camat Maduran  Kabupaten Lamongan.
2.     Tim PID (Program Inovasi Desa) dan PD (Pendamping Desa) Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan.
3.     Bapak Kepala Desa Brumbun beserta perangkat desa Brumbun.
4.     Warga masyarakat desa Brumbun khusunya Ibu Suweni dan ibu Sulaimah.

C. Sumberdaya Pendanaan

Adapun sumber dana dalam program inovasi ini berasal dari dana Swadaya dan Dana Desa.

D. Pelaksanan inovasi
Pada tahap pelaksanaan inovasi yang berkenaan dengan Peningkatan sumber daya manusia, umumnya masyarakat sangat antusias dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan dan penerapan inovasi.

Hasil/ capaian

Hasil atau capaian setelah pelaksanaan inovasi :
Meningkatkan tarap kesehatan masyrakat.
Mempersiapkan Generasi penerus bangsa yang berkarakter.

Pembelajaran

Dengan peningkatan tarap kesehatan masyarakat, dapat mempersiapkan para generasi penerus yang berkarakter

Rekomendasi

Rekomendasi kepada

  • Rekomendasi kepada Masyarakat/ pengrajin tas rajut desa Brumbun :
  • Menggunakan dan merawat peralatan yang ada.
  • Berpartisipasi dalam kegiatan yang telah diprogramkan.
  • Kerjasama antara Stakeholder dengan Masyrakat sangat diharapkan.
Kontak Informasi-Narasumber   :
( Ibu Suweni) WA +6285334604485
(Bu lungit)  WA 081230009964
Iustrasi /Photo dan Vidio

Kader Taman Posyandu Anggrek
PMT ( Pemberian Makanan Tambahan )
  





OLEH
TPID KECAMATAN MADURAN
KABUPATEN LAMONGAN 
2018



️TAS RAJUT AREBA -INOVASI PEMANFAATAN SAMPAH MENJADI TAS RAJUT  (Bidang Wira  usaha)

️TAS RAJUT AREBA -INOVASI PEMANFAATAN SAMPAH MENJADI TAS RAJUT (Bidang Wira usaha)


DOKUMEN Pembelajaran Kegiatan Inovasi
Usaha Kreatif Pembuatan Tas Rajut AREBA Desa Brumbun



Ringkasan Umum

D esa Brumbun merupakan salah satu Desa di Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan dengan jumlah penduduk  2167 orang. Di Desa Brumbun sebagian warganya berprofesi sebagai petani. Disamping pertaniannya yang maju Desa brumbun juga merupakan Desa dimana berdirinya kampung KB di wilayah Kecamatan Maduran.

         Di samping bidang pertanian dan pemberdayaan perempuan,terselip sekelompok ibu-ibu yang mempunyai ide kreatif dan inovatif.
Kelompok ini berdiri pada Tanggal 14 oktober 2014, yang diprakasai oleh Guru Tk yang bernama Ibu Suweni yang bekerjasama dengan Ibu Sulaimah.
Beliau terinspirasi dengan banyaknya sampah yang berserakan disekitarnya, hal itu yang menjadikan titik awal dari usaha tas yang berbahan dasar limbah, dari gelas bekas produk minuman menjadi sebuah produk yang dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai jual.
Kemudian terbentuklah suatu kelompok yang terdiri dari guru TK, wali murid dan ibu rumah tangga tepatnya di Dusun Banturejo Desa Brumbun.



Seiring waktu yang berjalan, produk tas tersebut kurang diminati oleh konsumen, maka kelompok ini mencari inovasi baru, belajar Bersama tentang tas yang berbahan dasar dari Tali Koor. 

Perjuangan kelompok ini tidak sia – sia produk tas yang dihasilkan  bisa diterima baik oleh konsumen, Namun 2 tahun kemudian Produk tersebut mengalami penurunan penjualan, Pendiri dan pekerja mencari terobosan – terobosan baru sembari belajar dan mencari produk yang diminati oleh pasar. Lalu kelompok tersebut menemukan sebuah ide lagi yaitu pembuatan tas yang berbahan dari benang nilom dengan dirajut, yang diberi nama tas AREBA, AREBA sendiri mempunyai arti ‘’arek – arek Banturejo’’ alas an pemberian nama ini karena aktivitas dan tempat produksi tas tersebut berada di Dusun Banturejo.

Untuk wilayah pemasaran meliputi wilayah Lokal atau sekitar dearah produksi yakni Surabaya, Madiun, Blitar, dan Kota – Kota besar lainya,  untuk Luar Jawa, Seperti Papua, Ambon, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, Untuk media pemasaran Kelompok AREBA memanfaatkan media online Seperti Sosial media Facebook, Whatsap.

Tantangan dan latar belakang masalah


Munculnya ide kreatif nan inovatif ini tidak lain adalah mengurangi jumlah pengangguran dan menambah income ibu-ibu rumah tangga di Desa tersebut.

Terbukanya pasar baik di dalam dan luar kota Lamongan serta berkembangnya teknologi informasi sehingga perlu adanya kajian/ penelitian dan pendampingan guna menciptakan inovasi pada usaha kreatif pembuatan tas rajut ini.

Solusi/ Inovasi yang dijalankan
Adapun beberapa inovasi pada usaha kreatif pembuatan tas rajut desa Brumbun adalah :

  • Mengkombinasikan proses manual (tenaga manusia) dengan mesin yang canggih guna efisiensi dan meningkatkan produktifitas usaha.
  • Memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana mempromosikan produk tas rajut (website, facebook, whatsapp dll).
  • Menciptakan brand atau keunikan pada produk tas rajut desa Brumbun kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan.

Proses/ langkah demi langkah penyelesaian masalah/tantangan

A. Langkah-langkah penyelesaian masalah :

  • Pembentukan tim PID (Program Inovasi Desa).
  • Kajian objek penelitian oleh tim PID.
  • Pengumpulan data primer terhadap objek penelitian (wawancara dan survey objek penelitian).
  • Inventarisasi masalah pada objek penelitian,
  • Penyampaian masalah pada objek penelitian kepada instansi pemerintahan.
  • Penerapan inovasi.


B. Tokoh-tokoh yang berperan dalam memberikan solusi :

1.     Bapak Camat Maduran  Kabupaten Lamongan.
2.     Tim PID (Program Inovasi Desa) dan PD (Pendamping Desa) Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan.
3.     Bapak Kepala Desa Brumbun beserta perangkat desa Brumbun.
4.     Warga masyarakat desa Brumbun khusunya Ibu Suweni dan ibu Sulaimah.

C. Sumberdaya Pendanaan

Adapun sumber dana dalam program inovasi pada usaha tas rajut ini bersumber dari dana pribadi masing” anggota yang kemudian dikumpulkan jadi satu dan dibuat modal untuk  mengembangkan usaha mereka sehingga terciptanya lapangan kerja bagi ibu-ibu warga sekitar, yang sekarang sudah memiliki 16 karyawan dengan omset kurang lebih Rp. 7000.000/Bulan


D. Pelaksanan inovasi

Pada tahap pelaksanaan inovasi yang berkenaan dengan usaha kreatif pembuatan tas rajut pada umumnya masyarakat sangat antusias dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan dan penerapan inovasi.

Hasil/ capaian
Hasil atau capaian setelah pelaksanaan inovasi :

  • Perbandingan proses manual dengan menggunakan mesin.
  • Mempromosikan produk usaha tas rajut AREBA melalui internet.
  • Menciptakan brand atau keunikan pada produk tas rajut.


Pembelajaran

Di zaman kemajuan teknologi informasi seperti sekarang setiap pelaku usaha di tuntut harus kaya akan informasi yang berkenaan dengan usaha yang dijalankan, pelaku usaha juga harus bisa menciptakan brand agar konsumen mudah mengingat produk yang dijual, media pemasaran juga harus menyesuaikan jamannya agar pelaku usaha bisa tetap bertahan pada persaingan pasar.

Rekomendasi

Rekomendasi kepada Instansi terkait (Pemda Kabupaten Lamongan) :

  • Memberikan bantuan alat/ mesin untuk memudahkan proses pembuatan tas rajut.
  • Membuatkan media promosi melalui internet (website, facebook, whatsapp dll).
  • Memberikan pelatihan guna meningkatkan skill pengrajin tas serta meningkatkan sumber daya manusia dalam mengelolah/ memanajemen unit usaha pembuatan tas rajut.

Rekomendasi kepada Masyarakat/ pengrajin tas rajut desa Brumbun :

  • Menggunakan dan merawat mesin yang ada.
  • Meningkatkan skill dalam pembuatan produk tas rajut.
  • Meningkatkan pengetahuan tentang internet dan media promosi melalui internet.
  • Memanajemen unit usaha kreatif pembuatan tas rajut sebaik mungkin.

KONTAK  INFORMASI /NARASUMBER

-(Ibu Sulaemah) WA :081230719252   -( Ibu Suweni) No WA :085334604485


Iustrasi /Photo dan vidio





bekas air minum sebagai bahan dasar 
Kunjungi Pemerintah desa Brumbun dan kecamatan Maduran digaleri AREBA

Pemerintah Kecamatan Sedang Memberi Bimbingan kepada Pengrajin

Hasil Tas Rajut





Proses Penyongketan 

Karyawan sedang Melakukan Produksi)


Hasil Karya dari Daur Ulang Limbah Tas Belanja dan Tempat Air Mineral





OLEHTPID KECAMATAN MADURANKABUPATEN LAMONGAN 2018


Anggota PD,PLD,TPID KEC.MADURAN KAB.LAMONGAN

Rabu, 02 Januari 2019

SENTRA KERAJINAN GERABAH DESA GEDANGAN

SENTRA KERAJINAN GERABAH DESA GEDANGAN

DOKUMEN PEMBELAJARAN INOVASI DESA  2018

KECAMATAN MADURAN


SENTRA KERAJINAN GERABAH DESA GEDANGAN

RINGKASAN UMUM


     Desa Gedangan merupakan Salah Satu Desa yang ada diwilayah Kecamatan Maduran dengan jumlah penduduk sebesar 1989 warga. Warga di Desa Gedangan selain berprofesi sebagai petani masyarakat desa Gedangan hampir 80% juga sebagai pengrajin gerabah tradisional, berbagai produk yang dihasilkan  seperti cobek, kendil dll. Selain di pasarkan di wilayah Lamongan gerabah desa Gedangan juga di pasarkan hampir ke seluruh kota di Indonesia bahkan sampai ke Negara tetanggan (Malaysia).
Sudah adanya pasar dan tersedianya bahan baku untuk membuat gerabah sehingga usaha ini menjadi peluang usaha yang menguntungkan. Namun dari hasil studi lapangan yang dilakukan Tim Program Inovasi Desa terdapat beberapa hal yang masih bisa dilakukan perbaikan/ peningkatan/ inovasi baik dari tahapn proses produksi atau sarana pemasaran produk gerabah tersebut.
SOLOSI DAN INOVASI YANG DI JALANKAN
Adapun beberapa inovasi pada usaha kerajinan gerabah desa gedangan adalah :
  • Mengganti proses manual menggunakan tenaga manusia menjadi tenaga mesin.
  • Memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana mempromosikan produk gerabah (website, facebook, whatsapp dll).
  • Menciptakan brand atau keunikan pada produk
TANTANGAN DAN LATAR BELAKANG MASALAH
Terbukanya pasar baik di dalam dan luar negeri serta berkembangnya teknologi informasi sementara kondisi sumber daya manusia di desa yang mayoritas belum bisa memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi sehingga perlu adanya kajian dan pendampingan kepada masyarakat  guna menciptakan inovasi pada usaha kerajinan gerabah ini.

Proses/ langkah demi langkah penyelesaian masalah/tantangan

A. Langkah-langkah penyelesaian masalah :
  • Pembentukan tim PID (Program Inovasi Desa).
  • Kajian objek penelitian oleh tim PID.
  • Pengumpulan data primer terhadap objek penelitian (wawancara dan survey objek penelitian).
  • Inventarisasi masalah pada objek penelitian,
  • Penyampaian masalah pada objek penelitian kepada instansi pemerintahan.
  • Penerapan inovasi.
B. Tokoh-tokoh yang berperan dalam memberikan solusi :

  1. Tim PID (Program Inovasi Desa) dan PD (Pendamping Desa) Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan.
  2. Kepala Desa Gedangan beserta perangkat desa Gedangan.
  3. Warga masyarakat desa Gedangan.

C. Sumberdaya Pendanaan
Adapun sumber dana dalam program inovasi pada usaha kerajinan gerabah di desa Gedangan dalah Dana Pemberdayaan Masyarakat Desa yang Diambilkan dari Dana Desa tahun 2016 lalu yang kemudian dikembangkan sampai sekarang.

D. Pelaksanaan inovasi
Pada tahap pelaksanaan inovasi yang berkenaan dengan usaha kerajinan gerabah pada umumnya masyarakat sangat antusias dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan dan penerapan inovasi.

HASIL /CAPAIAN

Hasil atau capaian setelah pelaksanaan inovasi :
Perbandingan proses manual (tenaga manusia) dengan mesin. Mempromosikan produk usaha gerabah desa Gedangan melalui internet.
Menciptakan brand atau keunikan pada produk gerabah desa Gedangan.

PEMBELAJARAN
Di zaman kemajuan teknologi informasi seperti sekarang setiap pelaku usaha di tuntut harus kaya akan informasi yang berkenaan dengan usaha yang dijalankan, pelaku usaha juga harus bisa menciptakan brand/ merk agar konsumen mudah mengingat produk yang dijual, media pemasaran juga harus menyesuaikan jamannya agar pelaku usaha bisa tetap bertahan pada persaingan pasar.

REKOMENDASI

A.Rekomendasi kepada Instansi terkait  :
  1. Memberikan bantuan alat/ mesin untuk memudahkan proses produksi gerabah.
  2. Membuatkan media promosi melalui internet (website, facebook, whatsapp dll).
  3. Memberikan pelatihan guna meningkatkan skill pengrajin gerabah serta meningkatkan sumber daya manusia dalam mengelolah/ memanajemen unit usaha kerajinan gerabah.
B. Rekomendasi kepada Masyarakat/ pengrajin gerabah desa Gedangan :
  • Menggunakan dan merawat mesin produksi gerabah yang ada.
  • Meningkatkan skill dalam pembuatan produk gerabah.
  • Meningkatkan pengetahuan tentang internet dan media promosi melalui internet.Memanajemen unit usaha kerajinan gerabah sebaik mungkin.
Kontak Informasi
Kepala Desa Gedangan           : Ali Ghufron
Kontak person                           : 0813-3060-8485

VIDIO DAN FOTO DOKUMEN