Senin, 31 Desember 2018

Desa Pandak Kelola Aset Desa Jadi Wahana Wisata Internasional

Desa Pandak Kelola Aset Desa Jadi Wahana Wisata Internasional


L ayaknya desa-desa lainnya, Desa Pandak, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah tengah bekerja keras untuk mengimplementasikan Undang-Undang No 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Mereka mampu mengelola aset desa secara efektif sehingga mampu menyumbang pendapatan asli desa (PADes) hingga 2 Milyar.

Dalam lima tahun terakhir, Pendapatan Asli Desa Pandak telah meningkat puluhan kali lipat. Besarnya PADes menjadi modal dasar bagi Pemerintah Desa Pandak untuk memberdayakan masyarakat dan memajukan desa. Pada 2017, Desa Pandak masuk sebagai salah satu 150 desa unicorn di Indonesia.
Nama InovasiKawasan Wisata Desa Skala Internasional
PngelolaPemerintah Desa Pandak
AlamatDesa Pandak, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
KontakRasito (Kepala Desa Pandak)
Telepon+62-8222-2645-6390
Websitehttps://pandak.desa.id
Desa Pandak kini tidak hanya menjadi perhatian di tingkat daerah, namun sudah menjadi perhatian tingkat nasional dari berbagai inovasi di bidang pemerintahan, pelayanan publik, pemberdayaan dan pembangunan hingga mampu menghasilkan pendapatan yang besar bagi desa (PADes).
Perubahan besar yang dilakukan Desa Pandak tak dapat dilepaskan dari kerja keras, kreativitas, dan terobosan sang kepala desa, Rasito. Pada periode pertama kepemimpinannya, dia berhasil menggaet berbagai investor lokal dan luar negeri.
Ambil contoh, bersama perusahaan asal Korea, Rasito mengembangkan potensi wisata alamnya untuk dijadikan kawasan wisata kelas internasional. Kawasan wisata itu dikembangkan dengan memanfaatkan lahan milik desa dengan sistem perjanjian sewa.
Rasito berharap Desa Pandak tidak semata hanya menjadi sebuah desa mandiri, tidak ada pengangguran, dan sejahtera. Tak sebatas itu, dia memimpikan Desa Pandak dapat dikenal sampai ke mancanegara.
Langkah Pemerintah Desa Pandak dalam mengembangkan aset desa untuk meraih kemakmuran bukan tanpa kendala. Pihak kepolisian pernah melakukan pemeriksaan atas kelayakan perizinan pembangunan kawasan wisata. Pemeriksaan itu berlangsung hingga dini hari. Namun, Pemerintah Desa Pandak mampu menjelaskan kebijakan tersebut sesuai dengan aturan dan prosedur hukum.
Dinamika tersebut, baginya bukan dianggap kendala untuk mewujudkan harapan besar memajukan desa dan memberdayakan masyarakatnya. Tantangan tersebut bukan terus menghentikan langkah yang sudah dijalankan sejak awal.
Di lahan seluas kurang lebih 11 hektare, katanya, telah berdiri Pabrik Wig (rambut palsu). Kemudian lokasi Wisata Dreamland, dan satu lagi yang belum lama ini dibuka adalah De Village dan taman bunga. Keberadaan pusat ekonomi baru ini berhasil menyerap sekitar 400-an tenaga kerja dari Desa Pandak dan sekitarnya.
Sebenarnya Desa Pandak mampu menggaji perangkat desa hingga Rp 8,5 juta per bulan. Namun kebijakan itu belum dapat dilaksanakan karena masih menunggu dan menyesuaikan dengan Peraturan Bupati. Kucuran dana desa dari pemerintah sangat membantu dan mendukung percepatan untuk memajukan dan memberdayakan masyarakat desa.
Selain pariwisata, salah satu program kebanggan Desa Pandak adalah Program satu rumah satu sarjana. Program tersebut dibiayai dari hasil BUMDes. Ada 30 mahasiswa yang sudah diwisuda dari 40 mahasiswa yang telahmasuk dalam pembinaan desa.
Program Satu rumah Satu Sarjana akan mengubah cara pandang masyarakat Desa Pandak. Peningkatan mutu sumber daya manusia akan terbangun sinergi dengan peluang yang ada, termasuk pengelolaan SDA dan lapangan kerja yang tersedia.
Inovasi yang dilakukan Desa Pandak mampu menginspirasi desa-desa lain untuk melakukan studi tiru. Desa Pandak terus menyebarkan virus inovasi ke seluruh Indonesia untuk mewujudkan desa yang mandiri dan maju.
SISI LAIN DI BURSA INOVASI DESA KABUPATEN LAMONGAN REGION 3

SISI LAIN DI BURSA INOVASI DESA KABUPATEN LAMONGAN REGION 3



Dalam rangka Bursa Inovasi Desa yang menyajikan berbagai inovasi desa dengan tema #datang,komit,tiru,maju,mandiri# berlokasi di Desa Karanggeneng Kec. Karanggeneng.

Dinas Perpusda Lamongan sebagai bagian dari komponen Desaku Pintar pada Bidang Pendidikan dan Literasi, menjadikan Perpustakaan sebagai pusat berkegiatan dan sumber belajar masyarakat yang nantinya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Ada lomba mewarnai yang diikuti oleh PAUD/TK di Karanggeneng, area bermain ular tangga serta layanan baca ditempat siswa siswi SDN Unggulan Karanggeneng semakin menambah semarak Bursa Inovasi Desa